Halaman

Tampilkan postingan dengan label Neso Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Neso Indonesia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Oktober 2012

Road to Europe (part II ): Holland Education Fair and Placement Day 2012


"Bapak nggak masalah kalaupun harus tidur di emper toko, asalkan anak bapak bisa ambil gelar master keluar negeri". Begitu kata beliau berulang kali yang membuat saya menahan air mata di pelupuk. Sedikit hiperbolis menurut saya, namun bisa saya maklumi. Siapa sih orang tua yang nggak menggantungkan harapan tinggi pada buah hatinya? Apalagi saya anak pertama, panutan bagi adik-adik saya. 

Dulu saya masih sering bertanya "Kenapa harus di luar negeri? Apa perguruan tinggi di Indonesia kurang bagus?"

Tapi beliau selalu bisa meyakinkan saya dengan kata-kata ajaib yang entah didapat dari mana "Nduk, Imam Syafi'i pernah berkata:  Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang. Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan.Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan.Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, akan keruh menggenang. Singa jika tak meninggalkan sarang, tak akan dapat mangsa.Anak Panah jika tidak ditinggalkan busur tak akan kena sasaran.Jika matahari di orbitnya tak bergerak dan akan terus diam, tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang.Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digai dari tambang.Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan.” Akupun diam seribu bahasa namun dalam hati mengiyakan. 

Begitulah, he inherits his dream. Jadilah study abroad menjadi salah satu warisan mimpi yang kukantongi dan Eropa merupakan benua impian yang aku ingin kunjungi. Siapa coba yang nggak ingin belajar sekaligus mengikuti jejak Jesse dan Celine di film Before Sunrise? Wandering around Austria, naik kapal di sungai Seine sambil menikmati pemandangan Notre Dame sore hari? Dan akhirnya beberapa bulan lalu aku menentukan pilihan diantana negara-negara di Uni Eropa: Belanda. Semua itu karena saya baru saya mendapat kesempatan berkunjung di Kantor Neso Jakarta karena menjadi finalis Kompetiblog yang mereka adakan. 

Suasana yang hangat begitu kental terasa meskipun baru beberapa jam disana. They treated us, the finalists, as if we were their family and aftermath, we're a family. We still are today. Selain mendapat keluarga baru disana, disuguhin refresments yang maknyus-maknyus, aku juga bisa ketemu mbak Windy Ariestanty salah satu editor GagasMedia yang kece , yes mbak Windy editornya si Raditya Dika. hihi. One buckectlist checked. Anyway karena aku ada flight jam 4 sore aku nggak bisa berlama-lama setelah acara. Sebenernya cukup menyesal karena nggak sempet banyak tanya-tanya tentang course yang aku minati. Walaupun belum berhasil Summer Course ke Belanda Tahun ini, I'm not gonna quit. Winner never quits, quiter never wins.  [Baca tulisan saya sebelumnya disini] And God really is good. He opens other windows when one door closed. Akhirnya nggak perlu jauh-jauh bakal ada Holland Education Fair di Semarang and Placement day di Jogja. It's just one hour away from my hometown saya. Lucky me! 

Di Placement day. kita bisa langsung konsultasi langsung sama perwakilan dari universitas-universitas dari Belanda dan menyerahkan langsung dokumen-dokumen yang nantinya dibutuhkan untuk pendaftaran. Jadi disana kita bisa tahu persyaratan yang kurang apa aja dan bisa dapet saran-saran yang berguna dari para perwakilan atas program studi yang kita pilih. Apakah sesuai atau tidak, bagaimana langkah-langkahnya, dan beasiswa yang ditawarkan oleh universitas. Dokumen-dokumen yang sebaiknya dibawa meliputi: 

- Fotokopi ijazah yang dilegalisir oleh sekolah/universitas dan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris
- Fotokopi daftar nilai (rapor/transkrip) yang dilegalisir oleh sekolah/universitas dan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris
- Skor kemampuan bahasa Inggris IELTS atau TOEFL (dapat menyusul)
- Motivation Letter
- 2 (dua) buah surat rekomendasi dari dosen/atasan di tempat bekerja (khusus untuk mendaftar S2)
- Riwayat hidup / curriculum vitae (khusus untuk mendaftar s2)

Itu garis besarnya, hanya saja perlu diingat bahwa beberapa program studi mungkin membutuhkan dokumen-dokumen tambahan selain yang telah disebutkan di atas.

Nah, bagi yang sudah siap langsung dateng aja ke Placement Day Yogyakarta tanggal Senin, 29 Oktober 2012, dari jam 3 sampai jam 6 sore di Gedung Pertamina Tower Lt. 7 Fak. Ekonomika & Bisnis - UGM. Atau kalau berada di sekitar Jakarta bisa datang ke Erasmus Huis Kamis 1 November 2012 jam 4 sore sampai jam 7 malam. 

Buat yang mungkin masih mempersiapkan studinya tapi masih bingung mau masuk universitas apa saya anjurkan datang ke Holland Education Fair di Hotel Santika Semarangg Rabu, 31 Oktober 2012 dari jam 12 siang jam 6 sore. 6 jam loh! Puas nggak tuh? Masih belom puas juga dan pengen tanya-tanya? Monggo, email aja langsung ke hef@nesoindonesia.or.id

Buat yang di kota lain, pameran edukasi universitas di Belanda ini bakal hadir lagi kok tenang aja. Nanti di Europe Higher Education Fair (EHEF) i Jakarta (3-4 November 2012) dan Medan (6 November 2012) Informasi mengenai EHEF dapat dibaca di www.ehef-indonesia.org

So catat ya tanggalnya dan bawa syaratnya, jangan sampai ketuker!


PLACEMENT DAY YOGYAKARTA
Hari/tanggal : Senin, 29 Oktober 2012
Waktu          : 15.00-18.00 WIB
Tempat         : Gedung Pertamina Tower Lt. 7 Fak. Ekonomika & Bisnis - UGM

HOLLAND EDUCATION FAIR SEMARANG
Hari/tanggal : Rabu, 31 Oktober 2012
Waktu          : 12.00-18.00 WIB
Tempat         : Hotel Santika Premiere, Jl. Pandanaran 116-120 Semarang

PLACEMENT DAY JAKARTA
Hari/tanggal : Kamis, 1 November 2012
Waktu          : 16.00-19.00 WIB
Tempat         : Erasmus Huis, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. S-3 Jakarta 12950

Ayo-ayo kalau mau dan berusaha kita pasti bisa meraih impian kita.
  Dreams are cheap, why dream tiny? ;)

Minggu, 08 Juli 2012

Road to Europe (Part I)

Saya bukan termasuk mahasiswa dengan prestasi akademik yang outstanding. Bahkan skripsipun nggak berhasil saya tuntaskan tepat waktu. Walaupun begitu saya adalah orang yang percaya bahwa setiap orang punya satu kelebihan tertentu yang kadang tidak disadari oleh pemiliknya. Wait kenapa saya sebutin kelemahan saya tadi? Yes, karena saya ingin semua yang baca tahu, gelar dan angka akademik bukan segalanya. It may help a lot but there's thousand other ways to Rome (if you never ever surender to find it!). Ada juga yang pandai bukan main, tapi ternyata secara interpersonal-relationship ansos. Ada yang biasa aja, tapi temen dan networkingnya banyak. Nah apa kelebihan saya? Saya mungkin orang ternekat di dunia  rumah saya . Sebagai seorang risk taker nggak jarang saya  kena 'blunder' dari kenekatan saya, well at least it teaches me that trying something new is never useless. Saya pernah terjun dari genting setinggi 5 meter hanya dengan seutas tali tanpa alat pengaman lain,  dannnnn saya sehat wal'afiat sampe sekarang. Tuhan Maha Baik! wait ini bukan percobaan bunuh diri lho ya, saya cuma nyobain jadi Lara Croft aja sih, nyehehhe :p   (boleh tanya bapak ibu saya deh untuk kronologisnya-beliau saksinya). 

Tunggu! yang loncat tadi plis jangan ditiru yah! Emang awalnya cuma modal asal nekal, nekat yang jelek-jelek pernah kayak terjun bebas tadi  (saya nggak usah sebutin yg lain lah yaa) eh gagal-gagal-gagal,  lama-lama jadi punya pola. Hal apa yang harus dinekatin dengan perhitungan matang - karena itulah saya nggak boleh menyerah untuk sesuatu yang baik. Experience is a mean teacher, it  gives us test before giving the  lesson. Seperti ketika saya mengikuti Kompetiblog 2012 kemaren. Walopun memang menulis adalah passion saya, tapi saya bener-bener baru dalam kompetisi yang udah diadakan ke 4 kali-nya oleh Neso Indonesia kemaren. It really is a new stuff for me, soalnya liat yang kemaren-kemaren kayaknya serius banget sih ni kompetisi. Tulisannya juga bagus-bagus. saya bisa nggak ya? Ah nekat bikin aja! Dan seperti biasa kegiatan tulis menulis inih selalu di dukung maspatjar :p

Nah bagaikan dapet jackpot, lagi- lagi Tuhan bersama orang-orang yang nekat. Saya dibantuin dosen saya buat nyari ide nih, he's a really helpful and kind. Beliau ini udah lulus sari Utrecht University. Sumpee Ngefans! (Thankss again pak Taufiq) akhirnya setelah riset ngumpulin bahan (sampe ada folder tersendiri yang saya namain THIS IS YOUR TICKET TO NL). Akhirnya saya nulis deh 3 tulisan, nulisnya nggak lama kok. Ngeditnya yang lama, soalnya harus dipasin 500 kata, dan ternyata susah sekali mengakomodasi ide segitu banyaknya dengan tulisan yang seminimal mungkin. Akhirnya setelah saya rasa mantap dengan tulisan saya, saya kirim deh itu tulisan. Nah permasalahannya saya sempet sebel nih sama panitianya (maaf ya mbak Inty mbak Mira) karena ternyata temanya beda dari web Neso dan Studidibelanda-dan sempet protes gitu di twitter. (apa saya menang gara2 paling rewel yah .>_<) Saya nekat bikin satu tulisan lagi yang menurut saya lebih spesifik e tapi nggak ditampilin :( Sebenernya saya juga udah agak bete dan  pasrah kalo nggak menang setelah itu . Sampe beberapa waktu saya liat pengumuman 30 besar finalis dan ada namaku! Jadi semangat lagi deh! Dan akhirnya 4 Besar! And the first peson I told was my mom. I said 'mom sorry I not in the first place' 'That's okay dear you're always the champ for me'I think it's The best present ever :)

"Everything, everything is a competition. Whoever said winning wasn't everything... Never held a scalpel.- Grey's Anatomy"

Minggu, 29 April 2012

The Dutch Touch: a Jaw-dropping Dutch Creativity



Foto dari www.theinterlace.com

      Apa yang ada di benak kalian setelah melihat gambar diatas. Aneh? Gak waras? Kurang kerjaan? Itu bangunan apa lego—kok ditumpuk-tumpuk ? Haha.. Desain arsitektur tersebut sekarang lagi dikerjain di Singapore dengan nama proyek The Interlace. Benar-benar Jawdropping, kan?

     Nah hebatnya The Interlace didesain oleh firma Office Of Mertopolitan (OMA) di Rotterdam yang didirikan oleh arsitek Belanda yaitu Rem Koolhaas. OMA sudah berprestasi membuat desain Waterfront City di Dubai serta Seattle Library di New York yang saya juga bahas di sini. Cool!

'Dutch architect's design'
    Memadukan unsur urban dan smart living, arsitek Belanda memang tahu cara memanfaatkan terbatasnya ruang menjadi sebuah kreatifitas. Hidup di daerah yang lebih rendah dari permukaan laut membuat mereka senantiasa tertantang untuk menciptakan desain bangunan yang inovatif dan sustainable tanpa mengurangi estetikanya. Signature style nan "quirky" dan "out of the box" ’ yang ditampilkan, kemudian disebut dengan dutch designOrang-orang Belanda memang sadar betul bahwa keeksentrikan kreasi mereka merupakan sebuah komoditi. 
“Holland innovation economy; knowledge, innovation and entrepreneurship are the basis for an ambitious future.”- Queen Belatrix, Thorne Speech 2007

         Sejalan dengan semangat dari Ratu Belanda tersebut, proyek dan kampanye ekonomi kreatif semakin digalakkan, antara lain: I AmSterdam, Amsterdam Creative City maupun Picnic Cross Media week yang diadakan tiap tahun sebagai sarana peningkatan creativepreneurship. Bahkan Jaap Modder & Jeroen Saris, dalam Creative Spaces in the Netherlands, juga menyebutkan 990.000 warga Belanda bekerja pada sektor ekonomi kreatif. Hasilnya menurut INSEAD’s Global Creativity Index 2011, Belanda ada diperingkat 8 negara terkreatif dan terinovatif di dunia!
Kiri: Peta persebaran ekonomi kreatif | Kanan : Peringkat Global Innovative menurut INSEAD | Bawah: Produk Kampanye
Teknologi 
      Mobil terbang bukan lagi sebuah fiksi ketika Belanda mulai memperkenalkan PAL-V ONE, flying car yang sedang dikembangkan oleh perusahaan PAL-V Europe NV. Kendaraan yang mengkonsumsi bakar solar ini dilengkapi teknologi mutakhir yang memungkinkannya melaju seperti sepeda motor.  2 in 1! :D

Advertising 

Teun Castelein baru berumur 26 Tahun saat ide Artvertising muncul. Awalnya dia terinspirasi oleh Million Dollar Blog dan ingin mewujudkannya ke dunia nyata. Akhirnya bekerjasama dengan Sandberg Institute, Castelein berhasil memperkenalkan periklanan gaya baru melalui petak-petak bagian luar gedung kampus yang disewakan. Setiap petaknya dijual dengan harga mulai dari sekitar 20 euro. Ide ini langsung disambut baik oleh vendor-vendor besar yang segera saja membeli lot iklan di gedung itu.

Media 
Peter Bluijs dari Telegraaf Media Groep adalah orang pertama yang mengemukakan gagasan Vertical Newspaper. Dengan ide pemanfaatan space baca di ruang publik, diharapkan pembaca koran bisa menghemat ruang karena halaman koran tidak lagi dibuka menyamping namun memanjang. 



“Doe maar gewoon dan doe je al gek genoeg”

(Bertingkah normal saja orang Belanda sudah cukup gila)
         Well, sepertinya dengan melihat fakta diatas saya harus setuju dengan pepatah Belanda tersebut. Mungkin itulah kenapa mereka ini turah-turah* ide, ya..hihihi :D 

*[Bahasa Jawa : kebanyakan]
Referensi:

BELANDA: Dulu Kreatif atau Kreatif dari Dulu?

"..even old New York was once New Amsterdam ~why they changed it I can't say..."
     Sepenggal lirik lagu berjudul Istanbul (not constatinopel) dari band peraih dua Grammy's ‘Their Might be a Giant’ itu mengingatkan saya akan mata kuliah American Study (AmStud) saat masih kuliah di jurusan Sastra Inggris. Yang paling saya ingat dari AmStud adalah ketika masuk ke sub-mata kuliah American Ethnicity. Karena ternyata dibalik semua hal membosankan ‘ngepop’ yang menyanjung-nyanjung nama Amerika, saya jadi tahu AS dulunya cuman sebuah ‘melting pot’ negara-negara lain! Dan akhirnya, saya sampai pada suatu titik kesimpulan bahwa "Behind a superpower nation there were bunch of creative ancestors".

       Nenek moyang bangsa Amerika yang dimaksud termasuk diantaranya adalah etnis Dutch American (Belanda-Amerika), yang turut berkontribusi menjadikan seperti Amerika sekarang ini. Ketika kemudian mempelajari bab German American, saya bisa membedakan bahwa motif utama bangsa Jerman datang ke Amerika adalah karena saat itu Jerman porak-poranda karena rezim The Third Reich. Lalu pada akhirnya banyak warga negara Jerman mencari perlindungan ke Amerika, yang disebut dengan ‘Assylum of Mankind' oleh Thomas Paine.
        Jika Jerman menjadikan Amerika sebagai tempat pelarian, maka lain halnya Belanda yang datang ke Amerika  sebagai bangsa creativepreneur. Mengarungi samudra dengan "De Halve Maen", rombongan entrepreneur dengan komoditi bulu berang-berangnya itu dipimpin oleh seorang Kapten bernama  Henry Hudson. Kolonianisasi New Netherlands berpusat  di pulau  yang sekarang ini disebut Manhattan. (Dulunya dibeli oleh    Gubernur Jenderal VOC, Peter Minuitseharga $24 loh!). FYI, VOC sendiri merupakan perusahaan terbuka pertama di dunia yang berinovasi menerbitkan saham.


          Nama New Amsterdam kemudian dipakai sebagai ibukota New Netherland selama 40 tahun, hingga pada 1664 diganti dengan nama New York. Namun hingga saat ini, legacy bangsa Belanda masih diabadikan. Seperti misalnya berang-berang yang digunakan sebagai lambang kota New York, nama-nama tempat antara lain ; Amsterdam Avenue, Stuyvesant Park, Rensselaer, Harlem, New Utrecht, Yonkers, the Bowery, dan Van Cortlandt Park. Erasmus Hall Campus, namanya juga diambil dari tokoh Belanda Desiderius Erasmus. Kemudian Spuyten-Duyvil-sebuah stasiun kereta di Bronx, Gereja Albany di Pearl Street, bahkan bendera City of New York merupakan bendera lama Dutch Republic.


      Sekarang mungkin tak terhitung warga Amerika keturunan Belanda sudah tersebar di The Big Apple maupun di AS keseluruhan. Tercatat 5 presiden Amerika adalah keturunan Belanda, salah satunya Franklin D. Roosevelt (satu-satunya presiden yang menjabat lebih dari dua periode). Di samping itu banyak pula figur sukses di bidang industri kreatif keturunan Belanda seperti Matt Groening pencipta serial The Simpsons.


Dutch-American Today
     Walaupun mungkin sudah 400 tahun berlalu, namun Dutch American tidak lantas melupakan jati dirinya. Pada 2009 lalu komunitas keturunan Belanda memperingati 400 tahun Dutch-American Friendship dengan mengadakan event dengan tema Pioneer of Change yang berisi pameran fashion sampai dengan arsitektur bertempat di Governor Island, New York. Termasuk diantaranya profesor di bidang Urban Design, Rem Koolhaas, yang pada tahun 2008 masuk dalam peringkat 100 besar The World's Most Influential People versi majalah Time.

Video Pioneer of Change: 

     New york adalah proyeksi kreatifitas bangsa Belanda dari berabad-abad lalu dan Dutch American disana telah membuktikan bahwa creativity did make Dutch  survive everywhere.

Referensi:
  1. http://cecily-layzell.suite101.com/the-dutch-influence-on-new-york-a58020
  2. http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Kota_New_York
  3. http://people.hofstra.edu/alan_j_singer/docket/docket/11.1.14_The_Dutch_Influence_in_New_York_City.pdf